Assalamualaikum Wr. Wb

Assalamualaikum Wr. Wb

Senin, 13 Januari 2014

Jagalah Hati

Diantara ciptaan Allah SWT yang ada dalam tubuh kita, ada yang namanya qolbu (hati). Dinamai qolbu karena secara bahasa ia bermakna bolak-balik. Dalam keseharian, kita bisa merasakan sendiri keadaan bolak balik ini. Di pagi hari kita merasa bahagia dan semangat beribadah, namun siang menjadi sedih, sore kecewa, dan malam terasa malas. Jadi penamaan kata qolbu (hati)  ini bukanlah didasarkan pada bentuk atau wujud lahirnya namun berdasarkan pada esensinya.
Perubahan-perubahan yang cenderung ke hal negatif biasanya karena hati sedang tidak khusyu, mengalami ujian hidup atau lupa tentang tujuan hidup. Sehingga yang paling dominan dalam menjaga atau mengobati hati bukanlah orang lain tetapi diri kita sendiri. Kalau hati diibaratkan sebagai tanaman, maka ia harus sering disiram dan dipupuk. Dan kalau hati diibaratkan sebagai aki, maka ia harus sering di-charge. Nabi saw mewariskan suatu do’a terkait dengan usaha menjaga hati yaitu, “Allohumma inni a’udubika min qolbin la yahsa..” yang artinya, “Ya Tuhanku, aku memohon dipelihara dari hati yang tidak khusyu“.

Gerakan tubuh kita misalnya berbicara, menggerakkan tangan, berjalan, berdikir, dan lain-lain pada dasarnya digerakkan oleh hati. Rosululloh berkata, “Kalau hati beres, maka organ tubuh yang lain akan merefleksikan gerakan yang baik. Namun sebaliknya jika hati tidak beres, maka seluruh tubuh akan tidak baik”.

Maka sering-seringlah kita menjaga hati  tetap khusyu, agar output yang dihasilkan oleh tubuh kita pun hasilnya baik. Kita bisa tersenyum dengan tulus dan ikhlas kepada orang lain, bertutur kata santun, tidak menyakitkan serta terhindar dari tindakan negatif misalnya berpikir negatif, iri, menyalahkan orang lain, kebencian, marah, permusuhan, rival, dan lain-lain.

Dalam sebuah hadits, nabi berkata, “Ilmu pertama yang akan diangkat dari bumi adalah ilmu khusyu hati”, Sehingga sering-seringlah berdoa agar kita mendapatkan Qolbun Salim, hati yang yang bersih dengan iman, taqwa, syukur dan sabar sebagaimana tercantum dalam QS Al-Imran 8, “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan, sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami Rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah maha pemberi”.

Hindarilah Kedzaliman

Kedzaliman merupakan salah satu yang diharamkan dalam pandangan islam. Dalam sebuah hadits qudsi, Alloh SWT bersabda, ”Wahai hambaku, aku haramkan kedzaliman atas diriku, aku haramkan kedzaliman buat dirimu dan janganlah kamu berbuat dzalim”. Dzalim secara makna diartikan melaksanakan sesuatu yang tidak pada haknya atau pekerjaan yang melampaui batas.
 
Kedzaliman pertama yang harus kita hindari adalah kedzaliman terhadap Alloh SWT, yakni perbuatan syirik (mempersekutukan Alloh) karena perbuatan ini melanggar hak Alloh. Di dalam QS Lukman 13 Alloh berfirman, “Dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya, ”Wahai anakku janganlah engkau mempersekutukan Alloh, sesungguhnya mempersekutukan Alloh benar-benar kedzaliman yang besar”. Begitu pentingnya bahaya syirik, nabi dalam sehari senantiasa berdo’a sampai dua kali, “Ya Alloh ampunilah aku dari perbuatan syirik yang diketahui dan tidak diketahui”.

Kedzaliman kedua yang harus dihindari adalah kedzaliman terhadap sesama manusia dan makhluk lainnya. Dalam konsep islam, kita dilarang melakukan kerusakan di muka bumi. Saat kondisi perang sekalipun, diharamkan membunuh wanita, orang tua, tempat ibadah, pohon dan tanaman. Nabi bersabda, “Orang yang berbuat dzalim, ia akan dibuat gelap di akhirat kelak”.  Orang yang melakukan kerusakan di muka bumi, misalnya melakukan pembunuhan, maka ia harus dibunuh lagi (qishos).  Tidak ada alasan untuk memperbolehkan pembunuhan, walaupun terhadap orang kafir asal mereka tidak melakukan permusuhan terang-terangan terhadap umat islam (Kafir Jinni). Nabi bersabda “Barang siapa yang tidak melindungi kafir Jinni, maka ia akan berhadapan dengan aku di hari kiamat”.

Untuk lebih mengetahui apa-apa saja yang harus kita pelajari agar terhindar dari perbuatan dzalim, kita bisa merujuk pada hadits qudsi sebagai berikut:

Wahai hambaku, Sesungguhnya kalian sesat, maka mintalah petunjuk kepadaku.
 Salah satu yang bisa menghindari kedzaliman adalah hidayah / petunjuk Alloh yang terdapat dalam Al-Qur’an. Maka menjadi kewajiban bagi kita untuk memahami, mengajarkan dan mengamalkan al-Quran baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Bacalah terjemahan al-Qur”an dan bertanyalah kepada orang alim tentang maksud dan tafsir yang kita pelajari. Hidayah tidak mungkin datang tanpa ada usaha untuk dicari, dikejar dan dipelajari. Orang yang berbuat dzalim hati dan pikiranya akan gelap dan tidak selaras dengan hidayah Alloh SWT.  Sehingga jalanilah hidup kita dengan penuh hidayah / petunjuk Alloh, niscaya kita bisa memahami dengan jelas mana hak dan mana yang batil.

Wahai hambaku, sesungguhnya kalian dalam keadaan lapar, maka mintalah makanan kepadaku. Kemiskinan memberi peluang besar terhadap kekafiran dan kedzaliman. Untuk itu pastikan dalam mencari makan dan minum, hanya meminta kepada Alloh SWT,  tidak menggantungkan kepada yang lain.  Hati harus yakin bahwa Alloh maha hidup dan maha pemberi rizki, sehingga kita terhindar dari perbuatan yang menghalalkan berbagai cara.

Wahai hambaku, setiap kalian telanjang kecuali yang berpakaian, maka mintalah pakaian kepadaku. Tidak sedikit orang yang diperbudak dengan uang, emas, dirham, dan juga pakaian. Gara-gara pakaian bisa merusak ibadah dan berbuat kedzaliman. Maka janganlah berlebih-lebihan dan selalu merasa tidak puas dalam menyikapi pakaian.

Wahai hambaku, setiap kalian berbuat dosa siang dan malam. Aku akan ampuni asal meminta ampun kepadaku. Tidak ada setiap manusia yang luput dari dosa. Nabi sekalipun senantiasa bertobat sampai 100 kali dalam sehari. Sesungguhnya dosa akan berpengaruh terhadap hati kita. Setiap melakukan dosa, maka akan ada bintik hitam di dalam hati, seperti selembar kain putih lama kelamaan menjadi hitam. Dan sudah pasti dosa merupakan kezaliman kepada Alloh.  Untuk itu sering-seringlah kita meminta ampunan kepada Alloh atas dosa yang kita perbuat agar terhindar dari kedzaliman kepada-Nya.

Motivasi Mengajak Kebaikan

Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang menyeru/mengajak (orang lain) kepada petunjuk maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala-pahala dari orang-orang yang mengikutinya, yang hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia akan mendapat dosa seperti dosa-dosa dari orang-orang yang mengikutinya, yang hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim no.2674)

Hadist ini memotivasi tiap muslim agar mengajak pada huda (petunjuk) dan kebaikan, dengan adanya janji pahala dan surga, dan memperingatkan jangan mengajak pada keburukan karena akibatnya dosa dan neraka.

Dalam hadist ini, Huda yaitu ilmu agama Islam, karena bermanfaat dunia akhirat, dan amal shalih. Dan tiap muslim yang mengajak pada amal shalih berkait hak Allah subhanahu wata'ala, dan hak manusia maka dialah dai. Dan tiap muslim yang memberi nasehat agama dan dunia yang mengantarkan pada ilmu agama yang bermanfaat maka dialah dai. Dan tiap muslim yang mangajak pada ilmu agama dan mengajak beramal shalih maka dialah dai. Dan tiap muslim yang bekerjasama untuk memberikan kebaikan dan taqwa maka dialah dai yang memimpin kaum yang bertaqwa, dan dialah sebaik-baik orang mukmin.

Adapun lawannya adalah penyeru kepada kesesatan dan keburukan, maka mereka tidak lain menyeru kepada neraka, pemimpin mereka adalah iblis, merekalah yang saling bertolong menolong dalam dosa dan permusuhan, mereka itulah penyeru kapada jalan kesesatan.

(referensi, bahjatul qulubil abrar wa quratu 'uyunil akhyar, Hal 27-28, syaikh abdurrahman bin nashir assa'di rakhimahullah, darul minhaj, masakin ain syams, kairo, mesir, 1423 H)

Ketika Rasa Dengki Muncul Di Hati

Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz ditanya oleh seorang wanita: “Saya ingin bertaubat kepada Allah dari sifat hasad. Saya sudah berusaha untuk lepas dari sifat tersebut semampu saya, namun setan senantiasa menggoda saya untuk kembali pada sifat tersebut dalam banyak kesempatan melalui jalan iri hati. Ketika saya iri kepada teman saya atau kepada para wanita yang lain, lalu saya pun hasad. Saya dengar perkataan dari sahabat saya, katanya: “tahan saja rasa irimu dan hasadmu di hati dan jangan sampai terucap di mulut, sehingga Allah tidak menganggapnya dosa”".

Beliau menjawab:

Ya, jika anda hasad (dengki), maka lawanlah sekuat tenaga dalam hati anda. tahan rasa hasad tersebut dan jangan sampai anda melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syariat. Jangan sampai anda memberi gangguan pada orang yang anda dengki. Baik dengan perkataan maupun perbuatan.  Mintalah kepada Allah untuk mencondongkan hati anda dan agar tidak menjerumuskan hati anda pada sifat yang berbahaya. 

Ketika seseorang hasad namun ia tidak mewujudkannya dalam suatu aksi maka itu tidak membuatnya berdosa selama ia tidak melakukan apa-apa. Tidak memberi gangguan pada orang yang dihasadi dan juga tidak berusaha menghilangkan nikmat yang ia dapatkan. Jangan bicara apapun yang dapat merusak kehormatannya. Apapun yang anda ketahui pada dirinya maka tahan saja dalam hati, ini tidak membuat anda berdosa.

Namun anda harus tetap waspada agar tidak mengatakan sesuatu apapun atau melalukan apapun yang mengganggu orang yang yang anda dengki. Terdapat hadits dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:

إياكم والحسد فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب
jauhilah hasad karena hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar

Hasad itu khabits (hal tercela). Namun hasad ini pertama kali menganggu orang yang memilikinya, hasad akan meresahkan pemiliknya sebelum akhirnya ia membuat gangguan pada orang lain. Maka hendaknya seorang mukmin itu senantiasa waspada terhadap sifat ini dengan terus berdoa kepada Allah memohon afiyah (keselamatan diri dari keburukan). Seorang mukmin itu tunduk kepada Allah, demikian juga dalam hal ini ia hendaknya merendahkan diri kepada Allah memohon untuk dihilangkan sifat hasad ini dari hatinya. Sehingga tidak tersisa lagi sedikit pun. Dan ketika anda merasa hasad itu akan muncul, berjuanglah dalam hati anda untuk menahannya di dalam hati dan menahan diri untuk tidak memberi gangguan kepada orang yang anda dengki. Baik perkataan maupun perbuatan. Wallahul musta’an.