Kedzaliman merupakan salah satu yang diharamkan dalam pandangan islam. Dalam sebuah hadits qudsi, Alloh SWT bersabda, ”Wahai hambaku, aku haramkan kedzaliman atas diriku, aku haramkan kedzaliman buat dirimu dan janganlah kamu berbuat dzalim”. Dzalim secara makna diartikan melaksanakan sesuatu yang tidak pada haknya atau pekerjaan yang melampaui batas.
Kedzaliman pertama yang harus kita hindari adalah kedzaliman terhadap Alloh SWT, yakni perbuatan syirik (mempersekutukan Alloh) karena perbuatan ini melanggar hak Alloh. Di dalam QS Lukman 13 Alloh berfirman, “Dan
ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya, ”Wahai anakku janganlah
engkau mempersekutukan Alloh, sesungguhnya mempersekutukan Alloh
benar-benar kedzaliman yang besar”. Begitu pentingnya bahaya syirik, nabi dalam sehari senantiasa berdo’a sampai dua kali, “Ya Alloh ampunilah aku dari perbuatan syirik yang diketahui dan tidak diketahui”.
Kedzaliman kedua yang harus dihindari
adalah kedzaliman terhadap sesama manusia dan makhluk lainnya. Dalam
konsep islam, kita dilarang melakukan kerusakan di muka bumi. Saat
kondisi perang sekalipun, diharamkan membunuh wanita, orang tua, tempat
ibadah, pohon dan tanaman. Nabi bersabda, “Orang yang berbuat dzalim, ia akan dibuat gelap di akhirat kelak”. Orang yang melakukan kerusakan di muka bumi, misalnya melakukan pembunuhan, maka ia harus dibunuh lagi (qishos).
Tidak ada alasan untuk memperbolehkan pembunuhan, walaupun terhadap
orang kafir asal mereka tidak melakukan permusuhan terang-terangan
terhadap umat islam (Kafir Jinni). Nabi bersabda “Barang siapa yang tidak melindungi kafir Jinni, maka ia akan berhadapan dengan aku di hari kiamat”.
Untuk lebih mengetahui apa-apa saja yang harus kita pelajari agar
terhindar dari perbuatan dzalim, kita bisa merujuk pada hadits qudsi
sebagai berikut:
Wahai hambaku, Sesungguhnya kalian sesat, maka mintalah petunjuk kepadaku.
Salah satu yang bisa menghindari kedzaliman adalah hidayah /
petunjuk Alloh yang terdapat dalam Al-Qur’an. Maka menjadi kewajiban
bagi kita untuk memahami, mengajarkan dan mengamalkan al-Quran baik
untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Bacalah
terjemahan al-Qur”an dan bertanyalah kepada orang alim tentang
maksud dan tafsir yang kita pelajari. Hidayah tidak mungkin datang tanpa
ada usaha untuk dicari, dikejar dan dipelajari. Orang yang berbuat
dzalim hati dan pikiranya akan gelap dan tidak selaras dengan hidayah
Alloh SWT. Sehingga jalanilah hidup kita dengan penuh hidayah /
petunjuk Alloh, niscaya kita bisa memahami dengan jelas mana hak dan
mana yang batil.
Wahai hambaku, sesungguhnya kalian dalam keadaan lapar, maka mintalah makanan kepadaku. Kemiskinan memberi peluang besar terhadap kekafiran dan kedzaliman.
Untuk itu pastikan dalam mencari makan dan minum, hanya meminta kepada
Alloh SWT, tidak menggantungkan kepada yang lain. Hati harus yakin
bahwa Alloh maha hidup dan maha pemberi rizki, sehingga kita terhindar
dari perbuatan yang menghalalkan berbagai cara.
Wahai hambaku, setiap kalian telanjang kecuali yang berpakaian, maka mintalah pakaian kepadaku. Tidak sedikit orang yang diperbudak dengan uang, emas, dirham, dan
juga pakaian. Gara-gara pakaian bisa merusak ibadah dan berbuat
kedzaliman. Maka janganlah berlebih-lebihan dan selalu merasa tidak puas
dalam menyikapi pakaian.
Wahai hambaku, setiap kalian berbuat dosa siang dan malam. Aku akan ampuni asal meminta ampun kepadaku. Tidak ada setiap manusia yang luput dari dosa. Nabi sekalipun senantiasa bertobat sampai 100 kali dalam sehari. Sesungguhnya dosa akan berpengaruh terhadap hati kita. Setiap melakukan dosa, maka akan ada bintik hitam di dalam hati, seperti selembar kain putih lama kelamaan menjadi hitam. Dan sudah pasti dosa merupakan kezaliman kepada Alloh. Untuk itu sering-seringlah kita meminta ampunan kepada Alloh atas dosa yang kita perbuat agar terhindar dari kedzaliman kepada-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar